On - Field
Sebuah pengalaman memorable di minggu pertama klinik
|
Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan untuk menjadi tim medis sepak bola U12.
"Sungguh pengalaman paling memorable selama saya menjadi mahasiswa".
Studi psikolog menjelaskan bahwa : Manusia cenderung mengikuti kebiasaan di lingkungan mereka. (Contoh ketika teman yang lain ambil UKM Voli maka yang lain juga akan ambil Voli, ketika dosen membuka sesi tanya jawab di kelas dan semua diam, maka yang tidak paham akan mengganggap dirinya paham).Ketika ada open volunteer di event lari atau peparnas (pekan paralimpic nasional) teman - teman saya antusias untuk ikut. Mereka saling mengirim info di setiap grub whatsapp untuk mencari teman yang bisa di ajak bareng.Tapi-saya berbeda. Saya merasa (tidak begitu) tertarik ikut event itu sebab saya selalu menganggap "kemampuan ku belum mumpuni".Meskipun lari bisa di sebut masuk list olahraga paling mudah, tapi aku-ragu. "Iya kalau cideranya kram atau strain, kalau fraktur atau dislok bagaiamana?" Pikiran semacam itu berputar - putar di kepala.Ketakutan (yang belum tentu terjadi) itu lah yang mempersempit ruang gerak saya. Hingga akhirnya saya (di paksa) keluar dari comfort zones yang saya buat sendiri.
---
Setelah 6 hari 5 malam mencari wangsit , saya mendapatkan pencerahan mengenai 6 kiat management pain di lapangan. Yaitu dengan :
1. Kalau ada luka terbuka dan keluar darah, luka dibersihkan pakai Nacl dan di lap pakai kasa. (Jangan di beri Alkohol dan jangan di lap pakai tisu). "Yang tau alasanya komen ya"
2. Kalau ada otot yang kram (ketarik), Shaking dulu - stretching pelan² - oles counterpain / hot krim (jangan langsung di stretching) .
3. Kalau ada yang sesak nafas, kasih oxycan 3-4x semprot (jangan banyak² nanti dia pusing).
4. Kalau ada yang cidera di lapangan (tim medis masuk nunggu di-semprit wasit) jangan langsung lari ke tengah lapangan.
5. Kalau yang cidera masih bisa main, semprot etil clorin dengan jarak 30 cm selama 3-4 detik.6. Kalau yang cidera udah ngga bisa main, di kompres pakai es batu.
![]() ![]() |
Saya dan Elsa (bukan nama asli) menjadi partner tim medis sesi pagi. Kami memiliki beberapa kesamaan. Sama - sama nggak ngerti sepak bola, sama - sama ngga pernah nonton sepak bola, dan sama - sama baru pertama jadi tim medis sepak bola.
"Tak apa, toh disini kita jadi tim medis bukan wasit" cuakzzzzz.
Pernah melihat adegan emak - emak di kejar anjing galak tapi bisa selamat karena lompat pagar tinggi yang mustahil dilakukan dalam kondisi normal ? Nah itu adalah gambaran kami berdua. sekali lagi GAMBARANN KAMIII BERDUAAA !!!
Coloumbia University (2018) Sebuah studi menunjukkan bahwa tekanan waktu dan kondisi keterbatasan mendorong otak untuk mencari solusi non-linear. Atau kalau bahasa gaul nya "Out Of The Box". Dalam kondisi kepepet, Otak akan mengaktifkan sistem saraf simpatik. Dimana sistem saraf ini akan membantu melepaskan hormon adrenalin. Sehingga adanya peningkatan kekuatan otot dan reaksi cepat tanpa analisis panjang.
Kami yang kalau lari pace 9, tiba - tiba banget jadi pace 5.
"RUN RUNN RUNNNN !!!" teriak coach di tepi lapangan.
Kondisi fisik : Ngos - ngos an ? iya. Capek ? iya. Njarem ? iya. Kondisi mental : Lebih segar dari udara pagi, lebih bugar dari tubuh yang berlari.
Aya,
(Stase Sport, Juni 2025)




Komentar
Posting Komentar